CAVE EKSPEDITION

CAVE EKSPEDITION

P1012358

Akhirnya ekspedisi goa Mapala Krakatau telah berjalan dengan hasil yang memuaskan itu semua berkat Allah SWT yang udah ngasih kemudahan ama team Ekspedisi buat ngejalanin ekspedisi itu. Mungkin pembaca penasaran buat ngebaca tentang pengalaman kami (team ekspedisi goa red) waktu ekspedisi goa berlangsung, begini ceritanya…! Hehehe ( So formal ya!!!).

Pagi itu tanggal 28 febuary 2009 di kantor tercinta MAPALA Krakatau team telah bersiap OTW ke Bayah Banten Selatan, Team Ekspedisi terdiri dari 3 orang yaitu gw (Unyil), Kuro, ama Kobli, di kantor Bos Lucky (Ketum MPA-K)dah staycun lantaran doi pengen ngelepas keberangkatan team ekspedisi ma ngasih sedikit wejangan biar ekspedisi berjalan dengan lancar, dengan serius team ngedengerin wejangan dari ketum MPA-K, setelah selesai ceremony pelepasan team segera bergegas berangkat, oh iya team ke bayah ngeggunain motor kita bawa 2 motor, gw boncengan ama kuro sedangkan kobli sendiri ditemenin ceril di baca keril yang isinya peralatan ekspedisi. Ga disangka ternyata naek motor ke bayah bikin pegel bikin pinggang gw mau patah mungkin karena factor umur kali ya..!! hehehe,

Disingkat aja ceritanya jam setengah 7 mlm kita dah sampe dibayah tepatnya di rumah pa doi kuncen goa yang tersohor di Bayah, gw kenalin pa doi itu kuncen goa yang udah kawakan beliau itu mantan pencari sarang burung wallet di daerahnya jadi soal goa beliau ahlinya lantaran dibayah kaya akan goa menurut penelitian pemerintah setempat di kawasan bayah sampai pelabuhan ratu terdapat seribu lebih goa yang vertical ataupun yang horizontal yang kaya akan ornament maupun sedikit ornament. Balik ke padoi kuncen yang ngebatuin kita untuk kelancaran ekpedisi kali ini beliau sangat baik dan ramah terhadap kami sesampai di rumahnya kami di perkenankan menginap dirumahnya bagi pa doi hal seperti ini sudah menjadi rutinitas, beliau sudah terkenal dikalangan para caver yang ingin menelusuri goa di daerah Bayah, jadi beliau maklum kalau kami menginap di rumahnya ada cerita yang menarik yang diceritakan oleh padoi sewaktu ngobrol satai di rumahnya ternyata awal karil pa doi mengantar para penelusur goa adalah pada saat pa doi mengantar Norman Edwin dari Mapala UI menelusuri goa yang ada di Bayah, pembaca pasti tau siapa Norman Edwin beliau adalah bapak petualangan Indonesia yang meninggal saat ekspedisi Mt Acocagua Argentina, sekilas tentang Pa doi kita kembali ke cerita awal.

Team Ekspedisi Goa setelah makan malam melakukan breafing untuk ekspedisi goa besok, ekspedisi ini di tujukan untuk memetakan goa yang team susuri dan mengadakan penelitian tentang biota goa. Rencananya team akan menulusuri goa kandang goa vertikal yang kedalamannya sekitar 13,8 m dan goa hideng jenis goa horizontal.

1 maret 2009 jam sudah menunjukan pukul 06.00 kobli sudah membangunkan kami untuk segera bersiap siap, kami pun langsung bergegas bersiap untuk mandi dan sarapan, kami memulai ekspedisi pukul 08 pagi pa doipun sudah bersiap untuk mengantar ke goa yang dimaksud.setelah sampai ke pintu goa kamipun segera mengeluarkan peralatan, kami semua sibuk membagi tugas, disana kobli sedang sibuk mengikat tali webbing di pintu goa sedangkan kuro lagi membuat simpul untuk tali karmantel, setelah semua siap dan aman tak lupa kami berdoa kepada Allah SWT semoga di beri kemudahan dalam mengatasi masalah, ornament indah sudah terlihat di pintu goa kami pun menjadi semangat untuk menelusurinya, kuro orang pertama yang masuk, pintu goa yang tidak besar memang rada menyulitkan kami untuk masuk lebar pintu sekitar 1 meter dan kedalamanya 13.8 m akhirnya team berhasil masuk ke dalam goa, suasana yang gelap gulita sudah menemani kami sumber penerangan hanya pada headlamp yang kami bawa dan beberapa senter cadangan., kamipun mulai mengukur yang bertugas sebagai pengukur ialah kuro dan kobli sedangkan gw bertugas untuk maping dan menyatat rekaman data, walau alat yang kami bawa sederhana tapi keakuratan pemetaan harus diutamakan.

P1012306Kami mulai ke sisi kiri goa di sana kami menemukan lubang yang sangat kecil di sana kuro mencoba masuk kedalam dengan susah payah kuro masuk kedalam tapi hasilnya kuro tidak dapat masuk lantaran lubang yang terlalu sempit kamipun mencoba jalan lain ke kanan goa di sana jalur rada panjang tetapi lagi2 buntu terhalang oleh lubang yang sepertinya sengaja ditutup oleh tumpukan tanah yang keras, di sana team sibuk untuk mencari jalan kali ini kobli yang mencari jalan mencoba memasuki lubang lubang kecil hasilnya tetap sama lubang tersebut metok alias tidak ada jalan lagi, kuro yang penasaran mencoba lagi lubang yang ada di kiri goa disana kuro agak memaksa untuk masuk ke lubang tersebut tetapi lubang tersebut tidak memungkinkan untuk di masuki. Tetapi rekaman data yang kami dapat sudah cukup untuk memetakan goa tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk naik ke permukaan untuk melakukan pemetaan ke goa hideng.

Kami melanjutkan perjalanan tidak jauh dari goa kandang karena goa kandang maupun goa hideng masih dalam satu desa yaitu desa Darmasari, tetapi goa hideng letaknya berada cukup jauh dari pemukiman maupun perkebunan warga. Pemetaan dimulai dari mengukur lebar pintu goa, goa hideng merupakan jenis goa horizontal, cukup lama kami berada di dalam goa tersebut karena lorong yang cukup panjang. Kami masih berkonsentrasi untuk memetakan goa tersebut, kuro dan kobli masih sibuk mengukur panjang lorong dan lebar lorong sementara saya masih mengukur kordinat dan mencatat hasil ke rekaman data walaupun memelelahkan, ekspedisi kali ini sangat menyenangkan dengan segala aktifitas yang kami lakukan setelah rekaman data yang kami dapat kami mulai meneliti biota goa yang ada disana sayangnya biota yang ada di 2 goa tersebut sangat minim bahkan kami hanya menemukan burung wallet beberapa ekor saja hal ini kami analisa karena para caver dalam menelusuri goa tersebut menggunakan karbit untuk sumber cahaya mereka karena karbit mengeluarkan karbon dan karbon tersebut mengendap di dingding goa hal ini tentu saja membuat biota yang ada disana tidak betah dah merusak system sirkulasi udara yang berada di goa tersebut. Hal ini diperkuat oleh padoi yang bercerita setiap pengunjung goa menelusuri goa sumber cahaya yang mereka pakai adalah karbit. Kami berharap hal ini dapat menjadi perhatian para caver dalam penelusuran goa.

Hari sudah mulai larut kami pun bergegas untuk keluar dari goa tersebut karena misi kami sudah berhasil kami pun menyudahi ekpedisi kali ini, dan pulang ke rumah padoi untuk bergegas membersihkan diri dan memberi kesenangan pada cacing yang ada di perut kami, hehehe. Maklum hari ini cukup melelahkan. Malam harinya kami mebagi cerita pada padoi dengan canda gurau menikmati keberhasilan team dalam ekspedisi kali. Hari yang kian larut kamipun segera istirahat, esok harinya kamipun pamit pulang kepada padoi dan keluarga dan mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka yang sudah kami repotkan, sore harinya kami sudah sampai di kantor tercinta.

Semoga cerita ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, jangan lupa kasih komentar y..! terimakasih pembaca setia blog MAPALA Krakatau..!

2 Responses so far »

  1. 1

    wanabuana said,

    kok ga ada pict-nya?

  2. 2

    amin said,

    banyak banget pict na, takut ga muat kali yea….
    hehehe


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words