Ekspedisi Mata Air I

Ekspedisi Mata Air I

Upaya Penyelamatan Hulu sungai Cidanau

Penulusuran Sungai Cikalumpang  Padarincang – Banten

Dalam rangka upaya penyelamatan daerah hulu sungai cidanau lahirlah kegiatan ekspedisi mata air I acara tersebut berlangsung pada tanggal 23 Desember 2009 s.d 3 Januari 2010, ekspedisi ini merupakan langkah awal penelitian tentang kondisi mata air yang ada di hulu sungai cikalumpang, sungai cikalumpang merupakan aliran sungai terbesar, adapun penelitian yang dilakukan mengenai ekosistem, kondisi vegetasi, jenis tanah dominan dan hal hal yang berkaitan dengan degradasinya penurunan debit air.

Team Ekspedisi Mata Air I terdiri dari team Susur dan Team pendukung, team susur terdiri dari lima orang yaitu, Mamat (Kabut Rimba’07), Dahlan (Kabut Rimba’07), Abdi (Tapak Badai’08), Yayan (tapak Badai’08), Kisnandar (Tapak Badai’08), proses penyeleksian memang ketat dalam menyeleksi team susur ekspedisi mata air I, dengan latihan yang cukup berat dalam persiapan ekspedisi ini team susur adalah motor utama dlm ekspedisi mata air I, melihat pentingnya kegiatan ini yang merupakan kebutuhan hajat hidup orang banyak yang bergantung pada kesidaan air di hulu sungai cidanau.

Ekspedisi ini sebagai pegelolaan kawasan konservasi antara lain, mengamankan daerah hulu S.Cidanau termasuk keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya, memantau ekosistem Daerah Hulu Cidanau yang meliputi kondisi dan dinamika fisik, kimia, bilogi perairan dan pemanfaatan potensinya bagi masyarakat, serta memanfaatkan ekosistem Hulu Cidanau secara lestari dan seimbang bagi kepentingan masyarakat.

Leave a comment »

Manfaat Air Putih

MENGAPA kita minum air putih?
________________________________________
banyak dari kita minum air,.tapi bukan air putih melainkan sudah berbentuk racikan,..dan mengapa dokter menganjurkan kita untuk minum air putih
MEngapa kita harus minum air putih minimal 8 gelas sehari.
ini penjelasan ilmiah nya..

Well, sebenarnya jawabannya cukup “mengerikan” tetapi karena sebuah pertanyaan jujur harus dijawab dengan jujur, maka topik tersebut saya tampilkan dalam forum hari ini. Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air di atas 80%. Dua organ paling penting dengan kadar air di atas 80% adalah : Otak dan Darah
.
Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki Komponen air 95%. Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Jumlah di atas harus ditambah bila anda seorang perokok.

Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari…? Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya…? Dengan jalan “menyedot” air dari komponen tubuh sendiri. Dari otak…? Belum sampai segitunya! wihh bayangkan otak kering gimana jadinya…, melainkan dari sumber terdekat : darah. Darah yang disedot airnya akan menjadi kental. Akibat pengentalan darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar ketimbang yang encer. Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) ginjal akan bekerja extra keras menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal halus, tidak jarang darah yang kental bisa menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal. Akibatnya, air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal. Bila dibiarkan terus menerus, anda mungkin suatu saat harus menghabiskan 400.000 rupiah seminggu untuk cuci darah.

Eh, tadi saya sudah bicara tentang otak ‘kan…? Nah saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanannya agak terhambat. Otak tidak lagi “encer”, dan karena sel-sel otak adalah yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen, lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya..(ya wajarlah namanya juga kurang makan…). Bila ini ditambah dengan penyakit jantung (yang juga kerjanya tambah berat bila darah mengental…), maka serangan stroke bisa lebih lekas datang. Sekarang tinggal anda pilih : melakukan “investasi” dengan minum sedikitnya 8 gelas sehari – atau “membayar bunga” lewat sakit ginjal atau stroke. Anda yang pilih…!
TIPS dan Trick air minum sehat
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh manfaat maksimal air adalah sebagai berikut:
1. Minum empat gelas air putih begitu terbangun untuk shalat shubuh
2. Berhenti mengonsumsi makanan selama 45 menit setelah minum air, baru kemudian boleh menyantap sarapan
3. Berhenti mengonsumsi makanan selama dua jam dalam bentuk apa pun setelah makan pagi, baik berbentuk cair maupun kasar. Hal yang sama juga dilakukan pada jam makan siang dan malam
4. Setelah makan malam tidak boleh mengonsumsi apa pun
5. Jika empat gelas air putih dirasa terlalu berat, terutama bagi yang telah lanjut usia, dapat digantikan sedikit demi sedikit dan bertahap sampai dapat menghabiskan empat gelas sekaligus.

Leave a comment »

Putri Bumi

PUTRI BUMI

jejak jejak langkah kaki sang putri bumi tak lagi terlihat oleh kasat mata
tatkala tanah yang dulunya terlihat indah tenggelam oleh amukan sang dewa laut
meluluh lantahkan semua unsur kehidupan dalam permukaan bumi
yang tinggal hanyalah lautan bagai samdura yang mencekam nurani manusia
inikah kiamat yang telah dijanjikan oleh tuhan dalam ayat ayat alamnya

ratapan anak tak berdosa terus menggema hingga membumbung tinggi di angkasa raya
berharap kan ada pertolongan dari kejaran sang dewa laut yang tengah murka
namun lambat laut suara itu terdengar mulai melemah kembali
tatkala bantuan tak kunjung jua tiba menghibur diri
karena ternyata mereka telah ikut tenggelam bersama amukan sang dewa laut
yang membuat pikiran semakin tak tenang dan kusut
sebab tak ada lagi tempat yang dapat digunakan untuk melindungi diri

yah……
putri bumi hanya bisa menitikkan air mata
pasrah menerima kenyataan hidup yang ada
sambil berusaha menyadarkan diri sendiri
bahwa apa yang terjadi adalah ulah rakyatnya sendiri
rakyat yang tak peduli akan akibat alam yang akan terjadi
rakyat yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan sesama
rakyat yang tega melakukan penebangan hutan dan penggalian batu pasir secara liar
sehingga membuka peluang datangnya banjir bandang yang melalap bumi sekejap mata

walau rakyat itu tak mau mengakui kesalahannya sendiri
walau rakyat itu saling menyalahkan satu sama lain atas apa yang terjadi
namun jauh dalam lubuk hatinya, mereka menyesal seribu kata
karena mereka telah menyusahkan hidup mereka sendiri
sebab dengan rakusnya mereka membabat habis isi perut bumi ini
hingga tak ada lagi tempat yang dapat digunakan untuk bersembunyi
tatkala dewa laut datang bertubi-tubi menenggelamkan isi bumi

kini……..
siapa yang harus menyesali
dan apa yang harus disesali
tatkala nasi telah menjadi bubur
dimana tak ada lagi tanah yang dulu subur
karena semua telah menjadi lautan samudra yang menyimpan sejuta misteri

Jakarta, 21 April 2009
Sarah Serena SH.MH

Comments (1) »

Gusar Akan Fakta

Gusar Akan Fakta

 

Ribuan Makhluk Bernyawa Riang Sebelumnya

Tampak Tawa Menggeliat Tanda Keharmonisan

Pemandangan Indah Menemani Suasana Ceria

Tak Ada Arogansi Menyelimuti Dirinya

Semua Selaras Dengan Semangat Juangnya

 

Dan Kini Padam Seketika

Sekelompok Jahat Membawa Kehidupan Nyata

Menyisakan Rantai Kematian Yang Terencana

 

EKSPLOITASI, EKSPLOITASI, EKSPLOITASI

 

Keji!!

Murka!!

Keparat!!

 

Menanggalkan Belas Kasih

Menngunakan Dasi Kecongkakan

Dalih Atas Nama Bangsa

Memberi Lubang Kehampaan

 

Kotor!!

Busuk!!

 

Bagai Malaikat Ajal Pengumpat

Menghempaskan Semua Aroma Kehidupan

 

Kini, , Akankah Aku, Kita, Atau Semuanya Hanya Terpaku Dan Terperanga Dengan Fenomena Busuk Ini..???

 

Butir-Butir Perjuangan Bagai Intan Bebatuan

Kilaunya Mengantarkan Pada Pemberontakan

Menutup Mata Pada Negosiasi Kemenangan Sepihak

Membuka Berangkas Kosong Dan Memasukan Semua Janji Kelabu

Menyadarkan Diri Akan Potensi Alam Yang Bukan Alat Perdangan

Saatnya Revolusi Kesadaran

Melawan,, Langkah Pemberontakan Akan Permainan Hak Makhluk Benyawa

Eksploitasi, Jangan Berikan Ruang Di Tanah Putra – Putri Pertiwi….

 

 

Celoteh Pujangga Alam

MAPALA Krakatau

M. Fachri Amin

Kabut rimba

MK. 12107

 

Leave a comment »

Gn. Tambora

Menguak Pesona Alam Gunung Tambora

P1014385GUNUNG Tambora dengan ketinggian hanya 2.851 mdpl (meter di atas permukaan laut) mampu memikat hati para pendaki dengan pesona alamnya yang sangat unik. Lebar kawah Gunung Tambora tujuh kilometer, keliling kawah 16 kilometer, dan kedalaman kawah dari puncak sampai dasar kawah kedalaman 800 meter, sehingga kawah Gunung Tambora terkenal dengan The Greatest Crater in Indonesia (Kawah Terbesar di Indonesia) akibat dari adanya letusan terdahsyat di dunia terkenal dengan The Largest Volcanic Eruption in History. Selain itu keindahan Gunung Tambora lainnya adalah padang pasir luas di sepanjang bibir kawah yang ditumbuhi bunga Edelweiss kerdil sekitar 0,5 meter sampai 1,5 meter dengan jarak masing-masing berjauhan sekitar dua meter sampai 100 meter. Juga adanya keindahan batuan-batuan berlapis dan pada bagian atasnya datar seperti meja menjadikan fenomena alam yang menakjubkan. Ada pula lapisan batuan sepanjang tebing kawah yang berlapis-lapis.

Yang tak bisa dilewatkan adalah keindahan yang bisa dinikmati di puncak Gunung Tambora, dengan pemandangan kawah, lautan, Pulau Satonda, padang pasir luas yang indah. Gunung Tambora termasuk salah satu gunung yang indah di Indonesia, tentunya dengan fenomena alam yang menakjubkan.

Gunung Tambora secara administratif terletak di Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, dan secara geografis terletak antara: 8o – 25′LS dan 118o – 00′ BT dengan ketinggian antara 0-2.851 mdpl, gunung tersebut merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kawasan Gunung Tambora terbagi menjadi dua lokasi konservasi yaitu: Tambora Utara Wildlife Reserve dengan luas 80.000 hektar dan Tambora Selatan Hunting Park dengan luas 30.000 hektar.

Tambora Utara Wildlife Reserve dengan ketinggian antara 1.000 sampai 2.281 mdpl sebagai kawasan yang penting karena berfungsi sebagai daerah tangkapan air Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, dan sangat berpotensial untuk menjadi tempat wisata karena ciri-ciri geologi-nya sangat berbeda dengan kawasan lainnya. Juga sebagai tempat perlindungan satwa (wildlife sanctuary). Tambora Selatan Hunting Park dengan ketinggian antara 500 sampai 2.820 mdpl sebagai kawasan yang dikelola secara khusus untuk daerah berburu. Kawasan Gunung Tambora sangat kaya dengan kekayaan flora maupun fauna. Jenis-jenis flora yang paling banyak dijumpai, antara lain: alang-alang (Imperata cylindricca), Dendrocnide stimulans, Duabanga molluccana, Eugenia sp, Ixora sp, edelweiss (Anaphalis viscida), perdu, anggrek, jelatan/daun duri. Jenis-jenis fauna yang banyak dijumpai, antara lain: menjangan/rusa timor (Cervus timorensis), babi hutan (Sus scrofa), kera berekor panjang (Macaca fascicularis), lintah (Hirudo medicinalis), agas.

***
P1014387Gunung Tambora termasuk tipe gunung strato vulkanik, gunung tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 mdpl terkenal dengan peristiwa pada tanggal 5 April 1815 letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah. Letusan dahsyat gunung tersebut telah menyemburkan materi paling banyak dalam sejarah manusia, diperkirakan menyemburkan sebanyak 36 mil kubik, menciptakan kawah dengan diameter tujuh kilometer dengan kedalaman kawah 800 meter, dan keliling kawahnya 16 kilometer, mengalahkan letusan Gunung Krakatau yang menyemburkan lima kilometer kubik dan letusan tersebut menimbulkan lubang kawah selebar lima kilometer dengan kedalaman kawah 500 meter. Ledakan dahsyat tersebut menyebabkan Gunung Tambora dengan ketinggaian di atas 4.000 mdpl menjadi 2.851 mdpl.

Debu halus yang disemburkan dari letusan Gunung Tambora menutupi langit di atas wilayah yang luas sekali dengan radius 200 mil yang mengakibatkan daerah tersebut menjadi hujan abu di kawasan seluas 900 mil. Hal yang menarik dari peristiwa ini adalah lapisan debu yang menyembur ternyata telah menghambat sinar Matahari untuk mencapai Bumi yang mengakibatkan terjadinya perubahan musim secara tiba-tiba di beberapa bagian Bumi dan temperatur udara mengalami perubahan drastis di dunia. Pada musim panas tahun 1815 di belahan Bumi sebelah utara menjadi musim dingin karena kurangnya sinar matahari yang mampu menembus ke Bumi. Masyarakat di Pulau Sumbawa mengalami kelaparan. Tanah pertanian tertutup debu dan tidak bisa diolah sehingga dalam waktu singkat sekitar 700.000 sampai 80.000 penduduk tewas karena kelaparan yang melanda Pulau Sumbawa dan juga Pulau Lombok.

Sebelumnya pernah terjadi pula letusan Gunung Tambora pada tahun 1812 sehingga penduduk Sanggar menyaksikan kejadian tersebut, walaupun tidak sedahsyat tahun 1815. pada tanggal 5 April 1815 dentuman letusan gunung ini terdengar sampai ke Jakarta (1.250 kilometer) dan Ternate (1.400 kilometer). Hujan abu pertama jatuh di Besuki, Jawa Timur. Pada tanggal 10 dan 11 April 1815 dentuman letusan Gunung Tambora terdengar sampai ke Pulau Bangka (1.500 kilometer) dan Bengkulu (1.775 kilometer) dan gempa bumi yang terjadi bersamaan dengan letusan gunung ini terdengar sampai Surabaya (600 kilometer) dan mengakibatkan 92.000 orang meninggal dunia. Jumlah ini lebih banyak daripada jumlah korban letusan Gunung Krakatau yaitu sejumlah 36.000 orang.

***
KALAU melakukan pendakian ke Gunung Tambora sebaiknya melalui jalur resmi, yang relatif lebih aman dari jalur lain, untuk menuju ke Dusun Pancasila dengan menggunakan armada darat dari Cabang Banggo (baca: cabang Mbanggo) Kabupaten Sanggar dapat ditempuh selama dua jam 15 menit. Para pendaki sebaiknya menginap di basecamp Bapak Lewah, Kepala Dusun Pancasila, atau menginap di rumah Bapak M Yusuf (babe), seorang guide pendakian Gunung Tambora yang sangat berpengalaman mengenai seluk-beluk dan sejarahnya Gunung Tambora. Dari Dusun Pancasila menuju ke Pos I dapat ditempuh selama satu jam, di Pos I tersebut terdapat sebuah pondok dan sekitar 20 meter terdapat mata air berbentuk sumur dengan airnya yang jernih, Kemudian dari Pos I menuju ke Pos II dapat di tempuh selama satu jam, di pos tersebut terdapat tempat datar untuk beristirahat dan sekitar lima meter dari tempat tersebut terdapat sungai kecil yang mengalirkan air jernih. Dari Pos II melanjutkan perjalanan kembali menuju ke Pos III dengan melalui hutan yang lebat dapat ditempuh selama tiga jam. Di Pos III tersebut ada tanah datar luas, terdapat pula pondok untuk tempat berteduh para pemburu rusa timor, adapun cara berburunya yaitu dengan menggunakan anjing sebagai pelacak dan menggunakan senapan laras panjang. Di Pos III tersebut merupakan mata air terakhir untuk mengambil air.

Dari Pos III menuju ke Pos IV melalui medan hutan lebat dan ditempuh selama satu jam, kemudian dari Pos IV menuju ke Pos V dapat ditempuh selama 30 menit, kemudian dari Pos V menuju ke Bibir Kawah dapat ditempuh selama dua jam, dengan melalui vegetasi yang beralih dari vegetasi hutan ke vegetasi Edelweiss dan dari vegetasi Edelweiss menuju padang pasir. Selama perjalanan kita akan menikmati keindahan alam yang menakjubkan dengan melalui jalur berpasir di kanan-kirinya melihat keunikan bunga Edelweiss yang berbeda dengan di gunung-gunung lain yaitu bunga tersebut sangat pendek sekitar 0,5 meter sampai 1,5 meter dengan letaknya masing-masing berjauhan sekitar dua meter sampai 100 meter. Juga adanya jenis rerumputan dengan tinggi sekitar satu meter sampai 1,5 meter membentuk barisan-barisan.

Selain itu ada batuan berlapis yang banyak dijumpai di padang pasir dengan bagian atasnya datar seperti meja yangP1014388 lebar. Batuan berlapis tersebut telah mengalami proses perlapisan batuan akibat dari adanya lelehan lahar setelah berkali-kali gunung tersebut meletus. Lelehan lahar itu kemudian mengalami proses pembekuan serta proses pembatuan. Dalam kurun waktu lama pada bagian-bagian lapisan batuan yang kurang keras mengalami proses pengeroposan (korosi) kemudian hancur menjadi hamparan pasir atau sering disebut padang pasir. Sedang pada bagian-bagian batuan yang keras menjai batuan yang berlapis-lapis dan pada bagian atasnya datar dengan jarak masing-masing batu sekitar 10 meter lebih dengan ketinggian yang sama pada masing-masing batuan berlapis tersebut.

Setelah sampai di bibir kawah para pendaki dapat menikmati pemandangan yang indah kawah Doro Afi Toi (dari bahasa Bima, sebuah nama kawah Gunung Tambora yang terkenal dengan letusan dahsyat yang mengalahkan letusan dasyat Gunung Krakatau, juga dapat melihat lapisan batuan di sepanjang tebing kawah Doro Afi Toi. Perjalanan dari bibir kawah menuju ke Puncak Gunung Tambora ditempuh selama satu jam 30 menit dengan melalui hamparan padang pasir dan di kanan kiri terdapat bunga Edelweiss serta batuan berlapis. Sesampainya di Puncak Gunung Tambora dengan ketinggian 2.851 mdpl para pendaki akan lebih leluasa menikmati pemandangan yang indah, salah satunya pesona kawahnya yang sangat lebar dengan adanya telaga hijau di dasar kawah akibat letusan terdasyat dalam sejarah sehingga dapat menghasilkan fenomena alam yang menakjubkan.

***
ASAL mula nama Gunung Tambora menurut cerita turun temurun ada dua versi, yaitu: Pertama, berasal dari kata lakambore dari bahasa Bima yang berarti mau ke mana, untuk menanyakan tujuan bepergian kepada seseorang. Kedua, dari kata ta dan mbora, dari bahasa Bima, kata “ta” yang berarti mengajak, dan kata “mbora” yang berarti menghilang, sehingga arti kata Tambora secara keseluruhan yaitu mengajak menghilang.

Ini berasal dari cerita turun temurun, dahulu ada seseorang sakti yang pertama kali ke gunung tersebut (sekarang Gunung Tambora), bertapa dan tidak diketemukan lagi karena telah menghilang di gunung tersebut. Kalau istilah bahasa Jawa-nya moksa, yaitu menghilang jasadnya secara tiba-tiba dan bisa dilihat oleh orang-orang tertentu yang mempunyai kemampuan dalam melihat roh halus. Kemudian orang sakti yang menghilang tersebut pernah menampakkan diri di sebuah pulau yang terletak di sebelah barat laut Pulau Sumbawa juga dapat terlihat dari puncak Gunung Tambora. Maka pulau tersebut dinamai Pulau Satonda dari kata tonda yang berarti tanda/jejak kaki. Pulau tersebut dapat dilihat dari puncak Gunung Tambora, tampak dari atas berbentuk telapak kaki kanan manusia. Pulau Satonda sangat indah dengan pemandangannya yang masih alami, di tengah-tengah pulau tersebut terdapat danau yang jernih dan dikelilingi oleh tebing-tebing dari perbukitan yang masih alami. Diduga danau di Pulau Satonda tersebut mempunyai terowongan dari gua bawah laut menyambung dengan laut. Pulau Satonda dengan ketinggian antara 0 sampai 300 mdpl merupakan taman rekreasi (recreation park) dengan wilayah seluas 1.000 Ha mempunyai ciri-cirinya yang unik.

Sekarang pulau tersebut telah menjadi kawasan yang dilindungi (strict nature reserve). Pulau Satonda sangat baik untuk menjadi tempat untuk mempelajari hutan, karena hutan di pulau tersebut hancur akibat letusan Gunung Tambora pada tahun 1815. Juga banyak ditemukan jenis-jenis ikan yang baru dan hanya ditemukan di Danau Satonda saja. Pulau tersebut menjadi habitat sejumlah besar jenis-jenis burung yang dilindungi. Kesemua keindahan alam yang menjadi satu kesatuan menciptakan suatu fenomena indah, unik.

Pesona alam di Gunung Tambora makin menambah keelokan panorama alam Indonesia. Kita semua wajib untuk mengenali dan melestarikannya. Alam Indonesia menjadi obyek penelitian yang sangat menarik oleh para ilmuwan

Comments (2) »

Das Cidanau

SDC11448CIDANAU dengan luas 22.620 hektare merupakan daerah aliran sungai (DAS)
yang memiliki andil penting dalam mendukung kontinuitas pembangunan di
Provinsi Banten, khususnya di wilayah Serang Barat dan Kota Cilegon, dengan
potensi debit rata-rata 2.000 liter per detik.

 

Selain memiliki sumber daya air yang sangat potensial, DAS Cidanau memiliki
situs konservasi yang endemik, yaitu Rawa Danau – kawasan rawa seluas 2.500
hektare dan ditetapkan sebagai cagar alam oleh Pemerintah Kolonial Belanda
pada 16 November 1921. Kemudian Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 1996 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, dan Perda Kabupaten Serang Nomor 2 Tahun 1994 tentang Pola Dasar Kabupaten Serang yang menetapkan Rawa Danau sebagai kawasan cagar alam.

 

Dalam dua puluh tahun terakhir DAS Cidanau mengalami degradasi lin

SDC11426

gkungan yang tidak saja mengancam eksistensi cagar alam Rawa Danau, tetapi juga pada keberlanjutan ketersediaan dan kualitas air.

 

Dari pemikiran hal-hal diatas harus segera dilakukan langkah sebagai pegelolaan kawasan konservasi antara lain, mengamankan perairan DAS Cidanau termasuk keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya, memantau ekosistem DAS Cidanau yang meliputi kondisi dan dinamika fisik, kimia, bilogi perairan dan pemanfaatan potensinya bagi masyarakat, serta memanfaatkan ekosistem DAS Cidanau secara lestari dan seimbang bagi kepentingan masyarakat.

Comments (1) »

Gempa Jawa Barat

Gempa Jawa Barat

CIMG6653Lagi dan lagi, untuk sekian kalinya bangsa ini berduka, Gempa yang berkekuatan 6 skla ricter mengguncang  daerah Jawa Barat, sumber gempa diperkirakan di daerah selatan Jawa Barat, daerah yang terkena dampak gempa tersebut diantaranya adalah Tasik Malaya, Sukabumi, Garut, Cianjur dan daerah disekitarnya, gempa ini banyak memakan korban jiwa dan mengakibatkan ratusan bangunan rubuh.

Mapala Kraktau bersama Ormawa FT.Untirta mencoba untuk meringankan derita korban gempa Jawa barat dengan mengadakan aktifitas galang dana di depan kampus FT.Untirta pada tanggal 4 s.d 9 September 09. Bantuan dana tersebut disalurkan ke lokasi gempa pada tanggal 12 Sep 09 disertai pengiriman relawan. Pengiriman bantuan langsung dikirim oleh anggota Mapala Krakatau diantaranya M.Fachri Amin (Kabut Rimba’07) dan Bayu (Tapak Badai’08).

Semoga apa yang kami upayakan dapat meringankan derita korban Gempa Jawa Barat, dan bencana ini dapat menjadi pelajaran yang bermakna bagi Bangsa ini, derita dan tangis mereka adalah derita tangis bangsa ini.

Pake hp bayu059

Keluarga Besar Mapala Krakatau Turut Berbela sungkawa atas Musibah Gempa Bumi Yang Melanda Jawa Barat dan Sekitarnya.

Pake hp bayu016

Pake hp bayu166

Leave a comment »

Gn Ceremai

Gn. Ceremai (3078 mdpl)

DSCF3063

Tiga Jalur Menuju Puncak Gunung Ciremai

Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) luasnya sekitar 15.500 hektar. Dengan ketinggian mencapai 3.078 di atas permukaan laut, Ciremai menjadi gunung tertinggi di Jawa Barat. Untuk mencapai kawasan TNGC dapat ditempuh melalui tiga pintu masuk, yaitu Linggarjati dan Cigugur di Kabupaten Kuningan serta Maja di Kabupaten Majalengka.


Muhtadin Nafiri, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai mengatakan pintu masuk Linggarjati merupakan jalur utama menuju kawasan. “Di daerah Linggarjati terdapat Kantor Balai TNGC, jadi itu merupakan akses utama menuju kawasan,” kata Muhtadin.

Untuk mencapai Linggarjati, sambung Muhtadin, dari Bandung dapat ditempuh sekitar 4 jam dengan kendaraan bermotor. “Untuk masuk dari Cigugur, atau dikenal sebagai jalur Palutungan merupakan jalur paling mudah menuju puncak Ciremai,” imbuhnya.

Dari Palutungan menuju puncak Ciremai jaraknya sekitar 9,8 km. Sepanjang jalu Palutungan terdapat 9 pos pendakian dengan pemandangan yang masih alami. Palutungan dapat ditempuh sekitar 15 menit dari pintu masuk TNGC di Cigugur Kuningan.

Sedangkan satu pintu masuk lagi menuju Gunung Ciremai adalah jalur pendakian Apuy. Lokasinya berada di Maja, Kabupaten Majalengka.(BC-33)

SDC10781

SDC10846

SDC10871

Leave a comment »

Kau Apakan Bumi Ku

Kau apakan bumi ku?


LARUT MALAM KU SENDIRI

PENGHUJUNG WAKTU TELAH BERGANTI

PAGI HARI YANG KU LIHAT TAK BERARTI

TAK ADA NUANSA SAMA SEKALI

KEMARIN…..

HARI INI…..

ESOK….. DAN,

SETERUSNYA…..

TAK AKAN BERUBAH ASRI KEMBALI

DIKTATOR JAHAT TELAH MENGHAKIMI BUMI!!!!

SAAT INI…..!!!

SAAT INI…..!!!

”KEINDAHAN BUMI SUDAH TERSINGI”

INTUISI INI BERTANYA-TANYA

APAKAH KITA HANYA TERDIAM??!!!

SENDI KEHIDUPAN LUMPUH SUDAH

TAKAN LAGI KESEJUKAN TERASA

TAKAN LAGI KEINDAHAN TERLIHAT

TAKAN LAGI KENYAMANAN DI DAPAT

DAN……….

TAKAN ADA LAGI……….

BUMI NAN PERTIWI….

M.Fahri Amin

MK.12107


Comments (1) »

Badak Jawa

Tentang Badak Jawa

Badak Jawa Rhinoceros sondaicus adalah binatang terbesar di Jawa. Beratnya bisa mencapai 1,5 ton (Lekagul dan McNeely 1977), berkulit pucat. Nama binatang ini agaknya kurang tepat karena distribusi alaminya, sejauh yang bisa dipastikan, pernah mencapai kawasan S. Brahmaputra di Bangladesh sampai Vietnam serta ke sebelah barat daya Cina, dan deskripsi badak pertama berasal dari spesimen yang ditemukan di Sumatera. Distribusi aslinya secara menyeluruh tidak akan pernah dapat diketahui, karena pada suatu waktu yang berbeda dan pada suatu tempat yang berbeda badak Jawa ini pernah dikacaukan dengan badak Sumatera Dicerorhinus sumatrensis dan badak India/bercula satu Rhinoceros unicornis.

badakDulu badak ini hanya dikenal dan bagian selatan Jawa Barat dan dari G. Slamet di Jawa Tengah, meskipun fosil yang masih ada ditemukan di sebelah utara Yogyakarta. Ketika Junghuhn mendaki Gn. Pangrango pada tahun 1839 (pendakian pertama yang tercatat dilakukan oleh orang Eropa) ia mengejutkan dua badak Jawa di dekat puncak gunung, seekor sedang berendam di suatu sungai kecil dan yang lain sedang merumput di pinggir sungai (Junghuhn 1854). Beberapa jalan setapak di beberapa gunung mengikuti bekas jejak badak, dan jalur-jalur di gunung-gunung yang ada dijawa mungkin merupakan sisa terakhir dari kehadiran binatang besar ini.

Dua belas ekor badak Jawa terakhir yang terdapat di Sumatera telah ditembak oleh pemburu-pemburu Belanda antara tahun 1925-1930, dan setelah itu seekor lagi ditembak di dekat Tasikmalaya (Jawa Barat) pada tahun 1934. Orang percaya bahwa sisa populasi badak Jawa sekarang hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon, tempat keberadaannya pertama dilaporkan pada tahun 1861. Meskipun demikian, pada tahun 1989, sepuluh ekor badak ditemukan bertahan hidup di bagian selatan Vietnam.

Badak Jawa adalah pemakan tunas dan rerumputan. Badak memakan daun-daun muda, tunas-tunas dan ranting-ranting yang tumbuh di permukaan tanah. Jika makanan ini tidak dapat dijangkau karena terlalu tinggi, maka badak akan berusaha mematahkan batangnya dengan cara menabrakkan dirinya pada batang tersebut, atau dengan cara menghancurkan batang dengan giginya. Ada lebih dari 150 jenis tumbuhan yang diidentifikasi sebagai makanan badak, dan kemungkinan besar semua jenis tumbuhan tersebut yang dapat dicapai dan ukurannya sesuai akan dimakan. Badak memakan makanannya di berbagai tipe vegetasi, meskipun kebanyakan dilakukan di tempat-tempat yang tidak terlindung, misalnya, di antara pepohonan yang roboh atau di padang semak-belukar tanpa pepohonan.

Keragaman makanan badak mungkin merupakan tanggapan terhadap kebutuhan untuk membatasi atau mencegah racun yang masuk, memaksimalkan kandungan mineral tertentu, serta menanggulangi kesulitan-kesulitan yang disebabkan oleh keragaman musim. Karena hampir semua catatan tanaman pangan berasal dari observasi tidak langsung, maka sangat relevan untuk memperhatikan bahwa kerusakan pada batang-batang pohon yang umum dilakukan oleh badak dapat juga disebabkan oleh banteng dan rusa

Leave a comment »